Posts

Suka duka Jalan Tol Lingkar Luar

Sejak jalan Tol Lingkar tersambung dengan Tol Cikampek dan beroperasi, irama jalan raya di sekitar tempat tinggalku menjadi berubah. Kebetulan aku tinggal cukup dekat dengan salah satu pintu tol lingkar luar ini sehingga sudah cukup lama menjadi pelanggan jalur ini mengingat pada saat tol ini belum tersambung dengan Cikampek tarif jarak pendek masih Rp 1.000. Sejak tarif pukul rata Rp 6.000, tampaknya cukup banyak orang yang mengalami pembengkakan budget karena sering menggunakan tol ini untuk jarak pendek sehingga memilih untuk tidak lagi menggunakan jalur tol untuk jarak dekat. Jalan alternatif (atau sebetulnya jalan utama ya) yang dulu tidak begitu padat, sekarang menjadi sangat padat dan macet. Kondisi ini sungguh menempatkan sebagian orang, termasuk saya, dalam posisi sulit. Pilihan yang tersedia cukup rumit, yaitu menghemat Rp. 5.000 sekali jalan, atau kehilangan waktu dan tenaga. Pada kebanyakan situasi saya lebih memilih untuk memilih lewat tol, yang katanya jalan alternatif it...

Jurus menjual tanaman ala Cowokus Kemayus

Cowokus Kemayus adalah salah satu pakar ekonomi Romawi yang diutus oleh Julius Caesar untuk menaklukkan Galia Indomietaba. Keajaiban ramuan khasiat yang dibuat oleh dukun Panoramix telah membuat pasukan romawi putus asa bertempur melawan pasukan Asterix yang dipimpin kepala suku Abracourcix ini. Lelah bertempur dengan tenaga fisik, maka Julius Caesar akhirnya menggunakan strategi lain untuk mengalahkan Galia setelah menerima usulan dari Cowokus Kemayus. Strategi yang digunakan oleh Cowokus Kemayus adalah membuat para pasukan Galia ini sibuk berdagang sehingga malas bertempur. Korban pertama Cowokus Kemayus adalah Obelix. Pakar ekonomi romawi ini menemui Obelix dan membeli batu Menhir buatan Obelix dengan harga tinggi. Obelix pada awalnya terkejut karena batu Menhirnya selama ini tidak ada yg mau membeli. Namun Cowokus Kemayus meyakinkan Obelix dengan mengatakan bahwa batu Menhir itu sangat mahal harganya di Roma. Hari demi hari Cowokus Kemayus membeli batu Menhir dari Obelix dengan har...

Tertipu Hitungan Kartu Belanja Carrefour

Aku terkejut ketika melihat besarnya item bunga pada tagihan Kartu Kredit GE (alias kartu belanja Carrefour). Pada bulan sebelumnya, aku memang tidak melunasi tagihan kartu kreditku karena pada saat itu tidak ingat secara pas berapa tagihan yang aku bayar sehingga aku bayar saja Rp 1.100.000. Dan ketika sampai di rumah, aku periksa kembali lembar tagihannya dan merasa tidak perlu melunasi sisanya bulan ini karena total tagihan hanya Rp 1.129.205 sehingga kekurangan pembayaran hanya Rp 29.205. Lantas mengapa aku terkejut ? Karena ternyata bunga yang harus aku bayar Rp. 49.602. Hal ini sungguh diluar perkiraanku karena ketika aku bersedia berlangganan kartu ini dikatakan bunga hanya 3.5 persen.  Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa kekurangan Rp. 29.205 bisa menyebabkan aku harus membayar bunga 2 kali lipat dari kekurangan tersebut padahal katanya bunga hanya 3.5 persen dan bukan 100 persen. Untuk menjawab pertanyaan ini, aku akhirnya memutuskan untuk mencari kejelasan dari Customer ...

Keberuntungan dan mengguncang Apel ?

Ada sebuah cerita yang menarik ketika aku membaca bukunya Edward De Bono yg berjudul Revolusi Berpikir. Ceritanya adalah kira2 seperti berikut: Newton mendapatkan Ide tentang hukum Gravitasi karena kebetulan saja dia kejatuhan apel ketika sedang duduk di bawah pohon. Archimides mendapatkan ide cara menguji apakah sebuah mahkota terbuat dari emas murni atau bukan karena dia mendapatkan ide ketika secara kebetulan sedang main sabun (dan benda lain-lainnya) di bak mandi. Ada begitu banyak ide-ide kreatif yang muncul karena adanya kebetulan. Namun haruskah kita duduk di bawah pohon dan menunggu jatuhnya apel supaya mendapat ide kreatif ? Tentu saja kita bisa melakukan itu, namun kita juga bisa bangkit dan mengguncang pohon apel itu sehingga buah apel itu jatuh. Cerita Om Bono tentang Ide Kreatif itu mengingatkanku dengan cerita Keberuntungan. Kata orang yg namanya keberuntungan itu adalah ndilalah, alias kebetulan. Pertanyaannya, mungkinkah kita membuat kebetulan itu terjadi seperti menggo...

Malas menulis

Iseng-iseng kusinggahi blog mas Tukul (entah ini nama sebenarnya atau ndak) yang menyadari bahwa tingkat kecanduan blog-nya telah menurun. Aku jadi terpikir apakah tingkat kecanduan ngeblog-ku juga menurun ? Atau memang sejak dulu nggak pernah kecanduan ? Entahlah, mungkin aku tidak pernah masuk dalam kategori kecanduan, dan mungkin baru sampai pada tahap tertarik.  Outputnya mungkin bisa dilihat dari jumlah tulisan yang aku tayangkan yang jumlahnya tidak banyak. Walaupun tidak sampai kecanduan, tingkat ketertarikan itu juga tampak mulai menurun. Apa sih yg membuatku mulai jarang menulis ? Setelah aku renung-renungkan, aku makin jarang menulis justru karena ingin tulisanku dibaca oleh orang lain. Makin besar keinginan tersebut, makin jarang tulisanku muncul di blog-ku. Kok bisa demikian ?  Yah karena sungguh sulit membuat orang lain suka akan apa yang aku tulis. Dan beban ini justru membuatku malah tidak menulis apapun. Padahal ada yg bilang," It is not possible to please everybo...

Jangan marah dulu dong Ayah

Image
Kevin tidak biasanya rewel sehingga sudah beberapa kali ditinggal seminggu berdua saja bersama Dinda tidak merepotkan Bundanya sehingga Dinda masih belum membutuhkan pembantu. Namun minggu kemarin ketika aku di Balikpapan, Dinda sempat mengirim SMS dan mengatakan Kevin minumnya tak henti-henti dan membuat Dinda tidak bisa tidur. Aku tadinya tidak begitu percaya, namun setelah hari Sabtu tiba di Jakarta aku melihat sendiri Kevin tidak mau tidur dan minta minum terus. Aku mencoba mempelajari apa yang terjadi dan menyadari bahwa Kevin sebetulnya tidak haus. Kevin tidak mau minum dari botol walaupun minum dari Bunda sudah habis. Dan dia cuma mau minum dari Bunda sehingga Bunda-nya yang sudah ngantuk berat karena sudah beberapa hari nggak tidur itu menjadi kesal. Akhirnya aku putuskan untuk menggendong Kevin keluar kamar dan menyuruh Dinda tidur. Awalnya Dinda memang tidak tega melihat Kevin menangis, namun aku menyuruhnya tidur dan memilih untuk bicara dengan Kevin. Kevin tidak berhenti me...

Internet bukan dunia maya

Sejak awal mengenal Internet hingga sekarang,  saya masih tidak mengerti mengapa Internet disebut Dunia Maya. Ada beberapa penjelasan yang pernah saya baca, namun tetap belum terasa pas bagi saya. Yang saya rasakan Internet ini hanyalah sebuah media komunikasi saja dan yang membedakan dengan apa yg disebut Dunia Nyata hanyalah teknologi komunikasi yang digunakan saja. Jika zaman dulu orang menggunakan Burung Merpati untuk menyampaikan pesan, maka di dunia maya pesan dikirimkan dalam bit-bit data. Namun yang berkomunikasi di sana tetap saja manusia yang sama dengan manusia-manusia yang bisa saya lihat sehari-hari. Saya masih belum bisa melihat mengapa manusia yang berkomunikasi menggukan Internet disebut Komunitas Maya sedangkan manusia yang berkomunikasi lewat surat atau telpon disebut komunitas nyata. Hari ini saya menemukan sebuah penjelasan tentang Community 2.0 di wikipedia. Walaupun penjelasan wikipedia ini masih menyebutkan Virtual Community (alias dunia maya), namun penjelasan...