> Pada acara tersebut, Pak Joko yang menjadi nara sumber pada acara tersebut sempat berkelakar bahwa dia meraih sukses seperti saat ini adalah karena dia dulu bukan mahasiswa yg berprestasi cemerlang. Kemudian Pak Joko yg saat itu menjabat sebagai general manager di Indosat juga menambahkan bahwa seandainya saja dia dulu mahasiswa berprestasi, tentu dia akan sudah menjadi dosen seperti Pak X (dia menyebutkan nama salah seorang dosen yg kebetulan teman seangkatannya)# Joko Prayitno adalah teman seangkatan saya, ia di TE saya di TM. Dulunya TE & TM jadi satu. Joko dikenal sebagai Joko rambut jagung karena rambutnya kemerahan. Ia memang ndak menonjol dalam hal prestasi akademis. Ia pekerja yang sangat keras, sangat prihatin karena saat itu beliau miskin sekali dan kawin muda. Untuk menyoldir ia terpaksa tidak pakai listrik tetapi pakai dian teplok. Ia sangat relijius, hampir setiap tahun naik haji/umrah. Salah satu rahasia suksesnya adalah karena ia pekerja extremely hard. Kedua, ia berbakat dalam hal elektronika.Pedomannya barangkali : work hard pray hard. Kesamaan dengan saya : work hard. Perbedaannya : ia pray hard saya PLAY hard ... hehehe. Ia praktis kurang hura2 dan poya2 yang sangat kontras dengan saya. Saya nyaris ndak pray.Dosen2 yang ia tunjuk barangkali Sasongko, Mulyono, dan Lita Sari yang diplesetken menjadi Lita Saru. Dosen2 ini prestasi akademisnya memang lebih baik dari saya dan Joko tetapi tidak tergolong istimewa. Saat itu UGM sedang kurang dosen. Mulyono itu dolo konco saya keliling2 naik motor ke Jatim. Sekarang ia tidak mampu menerusken kesenangannya naik motor karena sangat sulit bagi dosen beli Dapitsong.
Saya sampai sekarang masih work hard, play hard, ... no pray ;-)
Menurut MBTI saya alamiah (nature) hard worker. Saya serius dalam bekerja, sama dengan Joko. Saya benci pemalas dan ndak segan2 naboki pemalas. Saya besar dilingkungan (nurture) orang2 yang PLAY hard serta ogah2an PRAY hard.
> Mungkin saja pengamatanku itu hanya pengamatan sepintas, tidak valid, dan fakta-fakta yang aku dapat hanya karena kebetulan. Namun beberapa hari ini aku pikir-pikir lagi dan melihat kemungkinan bahwa orang-orang yg prestasi akademis-nya biasa-biasa saja itu memang memiliki peluang untuk sukses lebih besar daripada orang-orang yg berprestasi cemerlang semasa sekolah.
# Pengamatan saya kurang lebih sama. tidak ada korelasi prestasi akademik dengan sukses dalam bekerja. Data2 saya jelas lebih baik dari bung Al karena rentang waktu pengamatan lebih panjang. Contohnya tiga teman2 saya, yang dua temen SMP yang satu SMU. Ketiganya prestasi akademiknya dibawah saya yang juga standar. Tetapi tiga2nya perwira TNI berbintang satu, dua, dan tiga. Yang berbintang dua dan tiga karakter tentara sangat kelihatan pada saat mereka mangsih muda : disiplin dan tegas. Ada juga yang mangsih kolonel. Tanya kenapa? Malas! Ia pemalas!
Memang, pandai tidak menjamin sukses tetapi kalau dibalik apakah yang sukses tidak pandai? Tidak sesederhana itu. Untuk bidang2 tertentu, misalnya Indosat tadi, dibutuhken kecerdasan minimum. Ndak sembarang orang bisa. Apa Dorce bisa? Ndak bisa, to?
> Strategi laut biru (atau Blue Ocean Strategy) ini adalah sebuah strategi untuk mendapatkan pasar dengan cara membuat pasar baru di mana tidak banyak pemain yang ada di pasar tersebut. Lawan dari strategi laut biru ini adalah Red Ocean Strategy (atau strategi laut merah), yaitu sebuah strategi dimana orang-orang berebut pasar di mana begitu banyak orang yang ingin mendapatkan pasar tersebut dan bertarung saling membunuh satu sama lain sehingga membuat laut menjadi merah karena banyak darah yg tertumpah.
# Itu sudah saya lakuken lebih dari 25 tahun yang lalu dengan kiat sederhana : bahasa Inggris! Saya hanya masuk keprusahaan2 Internasional. Kawan2 saya yang bisa Bahasa Inggris hanya do-re-mi. Akbatnya saya lelenggang hanya berbekal Bahasa Inggris biarpun mangsih èng ing èng mangsih jauh lebih baik dari yang lain.
Begitupun dalam bisnis, saya lagi2 go Internasional. Musuhnya ndak sebanyak kalo saya main lokal. Waktu itu mitra saya SATU2nya yang punya pikiran jualan mebel kulit. Tanpa keraguan sedikitpun saya gelontor dia dengan das kapital dan .... padipun menguning ;-)
|
|
Comments
Post a Comment