Berkat adanya YM , aku seringkali dicurhati teman-teman perempuan yg kepingin punya pasangan namun kebingungan bagaimana caranya mencari jodoh. Salah satu diantaranya, sebut saja namanya Lady, mengaku bahwa dia tinggal di sebuah daerah yg terpencil sehingga semua laki-laki yang mendapatkannya menjadi minder dan mundur. Banyak laki2 yg dikenalkan pada Lady, namun semua mundur teratur ketika mengetahui Lady ini pintar dan berpendidikan tinggi. Tidak hanya Lady, ternyata Ndek dan teman2nya juga mengalami hal yg serupa sehingga frustasi. Tentu saja ke-frustasi-an ini bukan karena tidak ada laki2 yang mendekati. Banyak laki2 yang mendekatinya, namun sialnya yg datang itu belum ada yg cocok dengan kriteria pria idaman yang dinanti2kan. Kisah Lady ini mengingatkanku tentang masalah yg pernah aku hadapi juga beberapa tahun yang lalu. Aku lihat teman-teman yg kesulitan mencari jodoh ini bukan karena tidak ada laki2 yg tertarik pada mereka. Hanya saja mereka berada dalam kolam yang salah. Ah, j...
Kemarin saya kaget ketika melihat sidebar saya ngaco, tidak sesuai dengan apa yg susun sebelumnya. Ketika saya periksa settingnya, ternyata susunan yang sudah saya buat sebelumnya sudah hilang dan kembali ke default setting. Saya tidak ingat bagaimana saya menyusunnya sebelumnya, namun karena sudah hilang maka saya coba menyusun ulang. Rupanya perubahan ini juga tidak membawa hasil karena sidebar tidak berubah seperti yang diinginkan walaupun sudah direfresh berkali-kali. Sampai hari ini sidebar saya masih ngaco dan belum pulih. Ini pasti karena kesalahan saya yang tidak membaca TOS sewaktu mendaftar layanan ini. Padahal teman-teman sudah memperingatkan saya untuk membaca TOS. Dengan sombongnya saya bahkan menulis bahwa membaca TOS tidak akan menyelamatkan kita dari bencana seperti ini. Inilah hukuman bagi orang yg sok tahu seperti saya. Masih untung kali ini saya hanya kehilangan kustomisasi Widget dan tidak kehilangan seluruh blog ini. Padahal bisa saja khan tiba-tiba account saya h...
Diskusi tentang ngadutrafik 2007 yang baru saja lewat memberikan kesan bahwa salah satu kesalahan peserta lomba adalah tidak membaca TOS. Bencana yang baru saja menimpa sebagian blogger ini bahkan akhirnya membuat beberapa blogger terkesan takut jika tidak membaca TOS, seperti komentar Mbak Lita berikut ini . Dan bahkan ada yang menjadi deg2an karena membaca TOS ternyata tidak semudah membaca komik yang ternyata melibatkan ketelitian dan potensi kesalahan interpretasi. Apakah itu benar ? Saya tidak sependapat dengan hal ini. Bagi saya, TOS ini hanyalah sebuah basa-basi saja. Kita tak perlu membacanya sebelum menekan tombol "approve" karena hal ini hampir tidak ada pengaruhnya bagi kita. Mengapa saya berpendapat seperti ini? Setidaknya ada beberapa alasan yang mendasari kesimpulan saya, yang bisa dilihat pada point-point berikut 1. Adanya " pasal karet " atau "Sapu Jagad" Pasal Karet(istilah Mas Adi) ini adalah sebuah pasal sebuah pasal yang memungkinkan s...
Comments
Post a Comment