Kemarin saya kaget ketika melihat sidebar saya ngaco, tidak sesuai dengan apa yg susun sebelumnya. Ketika saya periksa settingnya, ternyata susunan yang sudah saya buat sebelumnya sudah hilang dan kembali ke default setting. Saya tidak ingat bagaimana saya menyusunnya sebelumnya, namun karena sudah hilang maka saya coba menyusun ulang. Rupanya perubahan ini juga tidak membawa hasil karena sidebar tidak berubah seperti yang diinginkan walaupun sudah direfresh berkali-kali. Sampai hari ini sidebar saya masih ngaco dan belum pulih. Ini pasti karena kesalahan saya yang tidak membaca TOS sewaktu mendaftar layanan ini. Padahal teman-teman sudah memperingatkan saya untuk membaca TOS. Dengan sombongnya saya bahkan menulis bahwa membaca TOS tidak akan menyelamatkan kita dari bencana seperti ini. Inilah hukuman bagi orang yg sok tahu seperti saya. Masih untung kali ini saya hanya kehilangan kustomisasi Widget dan tidak kehilangan seluruh blog ini. Padahal bisa saja khan tiba-tiba account saya h...
Istilah di atas terdengar keren banget, dan terus terang aku baru sekali ini mendengarnya walau aku seringkali melakukannya. Menurut Urban Dictionary , Layman's term adalah To put something in layman's terms is to describe a complex or technical issue using words and terms that the average individual (someone without professional training in the subject area) can understand, so that they may comprehend the issue to some degree. Aku jadi ingat pengalamanku belasan tahun yang lalu. Saat itu aku bertugas untuk menyediakan koneksi Internet pada sebuah Offshore Rig (kapal tempat tinggal di tengah laut untuk pengeboran lepas pantai). Dengan menggunakan antena seperti kuali (yang disebut VSAT), aku mencoba menyambungkan Rig tersebut dengan kantor pusat di Jakarta sehingga Rig tersebut bisa mendapat koneksi Internet. Apesnya pada saat itu bandwidth yg disewa terlalu kecil sehingga koneksi terlalu lambat. Hal ini membuat marah para awak di kapal tersebut yang mungkin sudah membayangkan ...
Ide ini berawal dari sebuah perbincangan saya dengan Ivo, salah seorang teman saya yang beberapa minggu lagi akan berangkat ke SV. Saat itu terlontar pengakuan saya tentang ketidakpiawaian saya menggunakan search-engine. Sangat sulit bagi saya menemukan informasi yang saya butuhkan walaupun sudah tersedia berbagai seach-engine yg canggih yang canggih itu. Selidik punya selidik ternyata saya terlalu lama mencari dan berkutat pada informasi yang tidak perlu sehingga akhirnya saya kelelahan sendiri dan pada akhirnya malah tidak mendapatkan apa-apa. Hal ini sebetulnya simple, namun ternyata saya baru menyadarinya ketika Ivo, si programmer yg memiliki spesialisasi di stock exchange environment ini, menyarankan pada saya untuk "menentukan limit dan ketika limit itu sudah tercapai maka saya harus mencoba dengan pendekatan lain". Hal ini memang sebetulnya kecil dan harusnya saya bisa sadari sendiri. Namun saya beruntung karena nekad menceritakan pengalaman bodoh itu dan bertanya. ...
Comments
Post a Comment