Kemarin saya kaget ketika melihat sidebar saya ngaco, tidak sesuai dengan apa yg susun sebelumnya. Ketika saya periksa settingnya, ternyata susunan yang sudah saya buat sebelumnya sudah hilang dan kembali ke default setting. Saya tidak ingat bagaimana saya menyusunnya sebelumnya, namun karena sudah hilang maka saya coba menyusun ulang. Rupanya perubahan ini juga tidak membawa hasil karena sidebar tidak berubah seperti yang diinginkan walaupun sudah direfresh berkali-kali. Sampai hari ini sidebar saya masih ngaco dan belum pulih. Ini pasti karena kesalahan saya yang tidak membaca TOS sewaktu mendaftar layanan ini. Padahal teman-teman sudah memperingatkan saya untuk membaca TOS. Dengan sombongnya saya bahkan menulis bahwa membaca TOS tidak akan menyelamatkan kita dari bencana seperti ini. Inilah hukuman bagi orang yg sok tahu seperti saya. Masih untung kali ini saya hanya kehilangan kustomisasi Widget dan tidak kehilangan seluruh blog ini. Padahal bisa saja khan tiba-tiba account saya h...
Ide ini berawal dari sebuah perbincangan saya dengan Ivo, salah seorang teman saya yang beberapa minggu lagi akan berangkat ke SV. Saat itu terlontar pengakuan saya tentang ketidakpiawaian saya menggunakan search-engine. Sangat sulit bagi saya menemukan informasi yang saya butuhkan walaupun sudah tersedia berbagai seach-engine yg canggih yang canggih itu. Selidik punya selidik ternyata saya terlalu lama mencari dan berkutat pada informasi yang tidak perlu sehingga akhirnya saya kelelahan sendiri dan pada akhirnya malah tidak mendapatkan apa-apa. Hal ini sebetulnya simple, namun ternyata saya baru menyadarinya ketika Ivo, si programmer yg memiliki spesialisasi di stock exchange environment ini, menyarankan pada saya untuk "menentukan limit dan ketika limit itu sudah tercapai maka saya harus mencoba dengan pendekatan lain". Hal ini memang sebetulnya kecil dan harusnya saya bisa sadari sendiri. Namun saya beruntung karena nekad menceritakan pengalaman bodoh itu dan bertanya. ...
Kevin tidak biasanya rewel sehingga sudah beberapa kali ditinggal seminggu berdua saja bersama Dinda tidak merepotkan Bundanya sehingga Dinda masih belum membutuhkan pembantu. Namun minggu kemarin ketika aku di Balikpapan, Dinda sempat mengirim SMS dan mengatakan Kevin minumnya tak henti-henti dan membuat Dinda tidak bisa tidur. Aku tadinya tidak begitu percaya, namun setelah hari Sabtu tiba di Jakarta aku melihat sendiri Kevin tidak mau tidur dan minta minum terus. Aku mencoba mempelajari apa yang terjadi dan menyadari bahwa Kevin sebetulnya tidak haus. Kevin tidak mau minum dari botol walaupun minum dari Bunda sudah habis. Dan dia cuma mau minum dari Bunda sehingga Bunda-nya yang sudah ngantuk berat karena sudah beberapa hari nggak tidur itu menjadi kesal. Akhirnya aku putuskan untuk menggendong Kevin keluar kamar dan menyuruh Dinda tidur. Awalnya Dinda memang tidak tega melihat Kevin menangis, namun aku menyuruhnya tidur dan memilih untuk bicara dengan Kevin. Kevin tidak berhenti me...
Comments
Post a Comment