Posts

Endurance dalam belajar

Kosakata yg tertulis di judul sebetulnya aku comot dari kosakata populer dari teman-teman yang hobby nge-gym. Jika merujuk pada Wikipedia , Endurance adalah: Endurance  (also related to  sufferance  and  resilience ) is the ability of an  organism  to exert itself and remain active for a long period of time, as well as its ability to resist, withstand, recover from, and have immunity to  trauma , wounds, or  fatigue . It is usually used in  aerobic  or  anaerobic exercise . The definition of 'long' varies according to the type of exertion – minutes for high intensity anaerobic exercise, hours or days for low intensity aerobic exercise. Training for endurance can have a negative impact on the ability to exert  strength [1]  unless an individual also undertakes resistance training  to counteract this effect. Atau dalam penjelasan gampangnya endurance adalah ketahanan seseorang untuk melakukan sesuatu dalam jangka waktu yg lama. Kenapa tiba2 Bang Al ngomongin Endurance dalam belaj...

Entrepreneur dan Entreployee

Tulisan berikut sangat menarik. Salah satu quote yg aku suka adalah berikut ini "The only retirement plan is to Choose Yourself. To start a business or a platform or a lifestyle where you can put big chunks of money away. Some people can say, “well, I’m just not an entrepreneur.” This is not true. Everyone is an entrepreneur. The only skills you need to be an entrepreneur: an ability to fail, an ability to have ideas, to sell those ideas, to execute on those ideas, and to be persistent so even as you fail you learn and move onto the next adventure. Or be an entrepreneur at work. An “entre-ployee.” Take control of who you report to, what you do, what you create. Or start a business on the side. Deliver some value, any value, to anybody, to somebody, and watch that value compound into a career." Mungkin aku sudah memulainya, yaitu menjadi entre-ployee. Aku sudah sejak beberapa tahun yang lalu mencoba mengendalikan pada siapa aku bekerja, apa yg aku kerjakan, dan apa yg aku hasi...

Jangan ragu-ragu menceritakan mimpimu

Image
Dulu ayahku sempat tinggal beberapa tahun di Australia sewaktu masa-masa sekolah. Beliau dikirim bersekolah ke sana pada masa pemerintahan Soeharto. Masa-masa hidup di sana sangat berkesan bagi beliau sehingga sejak aku kecil aku sering mendengar ceritanya tentang masa-masa indahnya di Australia. Aku sendiri tak begitu ingat secara detail cerita apa yg membuatku tertarik. Namun barangkali emosi bahagia yg terpancar dari wajah ayahku yg membuat seorang Bank Al kecil terus bermimpi agar suatu saat nanti bisa pergi ke luar negeri. Barangkali juga ditambah dengan jiwa petualang yg aku miliki, lengkaplah sudah mimpi itu aku rajut tahun demi tahun. Saat itu, tak banyak orang Indonesia yg bisa bepergian ke luar Indonesia. Tak seperti sekarang -yg mana orang numpang pipis saja pergi ke Singapore- jaman itu hanya orang-orang kaya atau orang yang pergi dibayari dinas atau beasiswa saja yg bisa pergi ke luar negeri. Oleh karenanya bagi seorang Bank Al kecil, mimpi ke luar negeri itu adalah sepert...

I want to take care of my brother

Barusan Dinda cerita kalau kemarin Fadhel -anakku yg baru berusia 7 bulan- jatuh dari kursi makannya. Posisi jatuhnya kepala duluan. Dan yg makin mencemaskan adalah Fadhel mukanya biru, mata setengah tertutup, tidak menangis, dan tidak mengeluarkan suara apa-apa. Dia diam saja setelah jatuh itu. Tentu saja hal ini membuat Dinda panik. Dan seperti biasa kalau panik kekasihku ini bingung mau berbuat apa, terlebih aku sedang di US dan saat itu sedang tidur sehingga tak mendengar panggilan telpon. Untungnya teriakan dan tangisan Dinda terdengar oleh tetangga depan apartemen. Tetangga yang baik hati itu langsung mengetuk pintu dan menanyakan ada apa. Saat tetangga datang dan bertanya, Dinda masih kalut dan tak bisa berkata apa-apa kecuali berkata,"my son fell down". Terjadi suatu yg mengejutkan, Kevin -anak tertuaku yg baru berusia 5 tahun- yang kemudian menjawab pertanyaan tetangga. Kevin berkata,"He cannot talk. Dedek Fadhel can't talk and can't cry. So we have to g...

Selamat datang, musim dingin !

Image
Musim dingin telah datang. Suhu udara di pagi hari sudah mendekati 20 derajad celcius. Bagi kami yg tinggal di Dubai, musim ini adalah musim yang sangat kami nanti-nantikan untuk melakukan berbagai aktivitas outdoor seperti main di taman, pantai, BBQ dan tentu saja desert offroard. Sabtu kemarin, kami sudah mulai kembali aktivitas main pasir untuk musim ini. Sebetulnya tim inti sedang sibuk beberapa minggu belakangan ini. Sulit sekali menemukan waktu untuk bisa bersama-sama di Dubai karena banyak yang mendapat tugas di lain negara. Sabtu kemarin sebetulnya juga bukan waktu yg ideal. Seorang teman baru saja kembali dari Indonesia. Seorang teman lagi -yg kebetulan seorang pilot- juga kebetulan sedang kena jadwal stand-by dan harus terbang pada malam harinya, sementara yang lainnya juga akan berangkat malam harinya. Walaupun tak ideal, kami tetap memutuskan untuk main pasir kemarin karena minggu depan tampaknya sebagian besar dari kami tidak di Dubai dan entah kapan lagi akan bisa bertemu...

Dekontaminasi ala Ariya Hidayat

Tadi siang aku ikut mendengarkan ceramah dari seorang selebriti dari lembah silikon yg bernama Ariya Hidayat. Menurut beliau ada lima hal buruk yg sering dilakukan orang dan perlu diubah atau dengan istilahnya Ariya adalah Dekontaminasi. Lima hal tersebut adalah: suka mengikuti arus mencari jalan pintas membeli rasa aman optimisasi yg sub optimal menilai hanya yg kasat mata Selain point-point yang sudah disampaikan Ariya di atas, ada juga beberapa catatan lain yg aku sempat catat ketika mendengarkan sesi webex tersebut yaitu: Seseorang baru bisa disebut pakar kalau sudah 10 ribu jam ! tinggalkan jalan pintas Optimasi - cari yg costnya yg paling besar. Fokus di situ. Banyak orang terjebak melakan optimasi pada hal yg tak penting atau tak besar pengaruhnya Apa yg bisa dikontribusikan? Fokus pada yg relevan Gara2 ceramah Ariya ini aku jadi tersadar kalau aku belum bisa disebut pakar atas sesuatu karena belum sempat menghitung apa saja yg pernah aku lakukan selama 10 ribu jam. Sepertinya s...

Circle pada Google+

Image
Beberapa orang yang terbiasa dengan FB mencoba membandingkan Circle pada G+ dengan Group pada FB. Sebagian lagi mencoba membandingkan Circle dengan Friendlist pada FB.  Sebaliknya, saya tak melihat Circle adalah sekedar friendlist pada FB, apalagi diharapkan untuk menggantikan group pada FB. Circle adalah sebuah konsep yang berbeda yg menurutku akan membuat G+ jauh lebih unggul dibandingkan dengan FB. Apakah konsep Circle pada Google+ itu? Circle adalah sebuah konsep mengelompokan teman-teman, relasi-relasi, atau saudara-saudara kita dalam kategori tertentu yang memungkinkan kita untuk berinterasi dengan masing-masing kelompok tersebut tanpa tercampuri dengan kelompok lain. Jika dilihat sekilas saja, circle memang tampak seperti friendlist pada FB. Namun sebagai pengguna FB bertahun-tahun, saya sudah mencoba menggunakan friendlist ini sebisa mungkin dan sampai hari ini buatku friendlist ini masih tak banyak gunanya. Mengapa tidak berguna? Karena friend list pada FB hanya sekedar daftar...