Posts

Dekontaminasi ala Ariya Hidayat

Tadi siang aku ikut mendengarkan ceramah dari seorang selebriti dari lembah silikon yg bernama Ariya Hidayat. Menurut beliau ada lima hal buruk yg sering dilakukan orang dan perlu diubah atau dengan istilahnya Ariya adalah Dekontaminasi. Lima hal tersebut adalah: suka mengikuti arus mencari jalan pintas membeli rasa aman optimisasi yg sub optimal menilai hanya yg kasat mata Selain point-point yang sudah disampaikan Ariya di atas, ada juga beberapa catatan lain yg aku sempat catat ketika mendengarkan sesi webex tersebut yaitu: Seseorang baru bisa disebut pakar kalau sudah 10 ribu jam ! tinggalkan jalan pintas Optimasi - cari yg costnya yg paling besar. Fokus di situ. Banyak orang terjebak melakan optimasi pada hal yg tak penting atau tak besar pengaruhnya Apa yg bisa dikontribusikan? Fokus pada yg relevan Gara2 ceramah Ariya ini aku jadi tersadar kalau aku belum bisa disebut pakar atas sesuatu karena belum sempat menghitung apa saja yg pernah aku lakukan selama 10 ribu jam. Sepertinya s...

Circle pada Google+

Image
Beberapa orang yang terbiasa dengan FB mencoba membandingkan Circle pada G+ dengan Group pada FB. Sebagian lagi mencoba membandingkan Circle dengan Friendlist pada FB.  Sebaliknya, saya tak melihat Circle adalah sekedar friendlist pada FB, apalagi diharapkan untuk menggantikan group pada FB. Circle adalah sebuah konsep yang berbeda yg menurutku akan membuat G+ jauh lebih unggul dibandingkan dengan FB. Apakah konsep Circle pada Google+ itu? Circle adalah sebuah konsep mengelompokan teman-teman, relasi-relasi, atau saudara-saudara kita dalam kategori tertentu yang memungkinkan kita untuk berinterasi dengan masing-masing kelompok tersebut tanpa tercampuri dengan kelompok lain. Jika dilihat sekilas saja, circle memang tampak seperti friendlist pada FB. Namun sebagai pengguna FB bertahun-tahun, saya sudah mencoba menggunakan friendlist ini sebisa mungkin dan sampai hari ini buatku friendlist ini masih tak banyak gunanya. Mengapa tidak berguna? Karena friend list pada FB hanya sekedar daftar...

Hari pertama bersama Google+

Setelah beberapa hari berjuang untuk mendapatkan undangan untuk bergabung dengan Google+, akhirnya hari ini kesampaian juga niatku tersebut. Aku bisa bergabung dan segera menggunakannya. Beberapa adalah beberapa fitur di Google+ yang tidak dimiliki oleh FB: 1. Memungkinkan untuk mengubah default setting untuk "Stream".  Hal ini berguna jika kita lebih banyak menulis stream (atau di FB disebut status) pada kelompok orang tertentu saja dan kita tak orang2 yang tak masuk dalam kelompok itu melihatnya. Sebagai contoh, di FB saya punya teman yang hanya bisa berbahasa Inggris dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Jika saya menulis status dalam bahasa Indonesia, tentu ini tak akan dimengerti oleh yang tidak mengerti bahasa Indonesia, dan mungkin sebagian orang merasa terganggu dengan tulisan-tulisan yang tidak mereka mengerti. Pada FB memang dimungkinkan untuk mengubah default setting untuk wall, namun hal ini akan berakibat orang yang direstriksi tidak bisa melihat wall secara keselu...

Pembaharuan

Bertahun-tahun lamanya aku mengidam-idamkan template seperti ini namun tak kesampaian juga.  Karena tak adanya template yang cocok itu, maka blog ini menjadi terbengkalai sekian lama tidak diupdate (weleh lebaaaay deh).  Akhirnya hari ini aku menemukan template ini . Sekarang tiba saatnya merapikan kembali blog ini dimulai dari tampilan hingga isinya. Sambil memikirkan isi yang lebih bermutu, berikut adalah rencana yang akan aku lakukan pada blog ini: Merapikan kategori Mengatur ulang sidebar -membuang yang tidak perlu, menambahkan yg perlu ditambahkan, dan menata ulang lokasinya. Mulai menulis lagi Itu saja? Ya segitu saja dulu deh. Atau teman2 ada ide yg lain? Silahkan dikomen jika ada ya.

Menampilkan Post berdasar kategori di Page

Image
Sudah cukup lama blog ini tidak terupdate. Kepindahanku ke Dubai rupanya sedikit banyak mengubah proporsi kehidupan online vs offlineku setahun belakangan ini. Jika sebelumnya aku punya lebih banyak waktu untuk beraktifitas online seperti menulis blog ataupun mengubah status FB, namun sekarang ini lebih banyak main dengan anak atau main dengan teman2 di luar sehingga blog menjadi terbengkalai. Hari ini kebetulan tidak begitu banyak kegiatan offline sehingga aku easy money di rumah. Kebetulan seorang teman lama - yg juga merupakan camat di Kuwait - menyapaku lewat YM. Beliau rupanya sedang memulai karir sebagai blogger - barangkali karena hasrat ndobos sudah mulai terasa - dan ingin menanyakan sesuatu kepadaku tentang bagaimana caranya menampilkan post-post berdasarkan kategori tertentu di tab. Sebagai blogger yg sudah lama, aku jadi malu karena tak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Sehingga apa boleh buat aku googling dengan susah payah dan erika...eh eureka rupanya pertanyaan tersebu...

Sudah pakai GPS kok

Saat aku kecil dulu, aku senang sekali bersepeda keluar masuk kampung. Aku menikmati saat melihat pemandangan baru, jalan-jalan yang tak pernah aku lewati, serta berbahagia ketika bisa menemukan sebuah jalan tembus atau jalan alternatif dari jalan yang biasa dilewati umum. Ketika usia beranjak dewasa, kebiasaan main sepeda sudah tidak dilakukan. Jarak keliling kampung sudah tak menarik lagi, aku lebih tertarik untuk melakukan perjalanan antar kota atau mblasak-mblusuk di dalam kota mencari jalan baru sehingga membutuhkan kendaraan bermotor. Kesenangan ini tidak hilang dan masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, setiap berada di tempat baru, aku biasanya menyempatkan diri untuk berkeliling entah naik bis, jalan kaki ataupun mengendara mobil. Untung saja aku sempat mengurus SIM internasional sebelum meninggalkan Kuwait beberapa bulan yang lalu, sehingga aku bisa memanfaatkan ijin mengemudi tersebut ketika ada kesempatan training pada bulan mei-juni lalu di lembah silikon. Ada yang ber...

SIM internasional di Kuwait

Image
Setelah mengobok2 blog mbak Susy berikut ini , aku akhirnya memutuskan untuk mengurus SIM internasional juga berdasarkan informasi yg ada di blog-nya mbak Susy tersebut. Walaupun informasi sudah jelas dan rinci dituliskan di sana, namun berhubung aku tidak tahu persis di mana lokasi Sultan Centre Shuwaikh, maka aku berangkat ke sana pagi ini dengan kondisi siap mental bakalan kesasar lagi seperti biasanya jika aku mencari tempat tanpa alamat yg jelas. Langkah pertama adalah melaju melalui Road 4 ke arah Sultan Center Shuwaikh. Berhubung aku tidak tahu persis di mana lokasi tempat belanja tersebut, maka aku mengira-ira saja di mana gerangan posisinya berada. Yang aku tahu hanyalah bahwa Sultan Center akan berada di sebelah kanan jika aku sudah melewati Alghanim Safat. Tidak ada halangan yg berarti menemukan Sultan Center Shuwaikh, walaupun aku kebablasan sampai ke ujung jalan, namun aku bisa juga mendaratkan mobilku di depan Sultan Center Shuwaikh dengan selamat. Sesampainya di sana, ma...