Posts

CCNA Lokal vs CCNA Internasional

Hari ini aku berbincang-bincang dengan seseorang via YM. Pada kesempatan tersebut aku diberitahu bahwa bahwa ada yg namanya CCNA lokal dan ada yg namanya CCNA internasional. Bagi yg belum tahu apa bedanya - seperti aku yg juga baru tahu dari rekan tersebut - silahkan disimak rekaman berikut: xxxx_x: Lg di australia y ini masnya? bank_al: nggak kok xxxx_x: Di indo y? bank_al: iya xxxx_x: Ambil ccna dimana ms dulu ? xxxx_x: Udh internasionl atau ccna lokal? bank_al: saya ambil CCNA di jakarta kok bank_al: memang ada CCNA internasional dan CCNA lokal ya? xxxx_x: Iya bank_al: oh gitu. Bedanya apa? xxxx_x: Klo yg internsnl itu lgsg instrktr dr USA bank_al: instruktur? xxxx_x: Cisco systm bank_al: memang CCNA butuh instruktur? xxxx_x: Yg internsnl bank_al: oh gitu ya. bank_al: terus instrukturnya itu tugasnya ngapain? xxxx_x: Ya sama kyk dosen. bank_al: hmm gitu ya Demikianlah kiranya, semoga bemangpaat. update 21-Jan-2010: Sebetulnya tidak ada yg namanya CCNA lokal atau internasional. CCNA ...

Matinya kebebasan beropini?

Aku agak terkejut mendengar berita adanya seseorang ibu RT yg masuk penjara karena terjerat UU ITE sehubungan dengan keluhan yg pernah dia tuliskan di sebuah milis. Bagaimana ceritanya sehingga Ibu Prita ini bisa terjerat pasal tersebut tentu bisa dibaca di berbagai ulasan yg ditulis teman-teman blogger, seperti  blognya Daus , Yuhendra , ataupun blog-nya Ndoro Kakung. Aku bukanlah pakar hukum seperti para teman-teman tersebut di atas sehingga tak bisa mengulas panjang lebar mengapa Ibu Prita bisa ketiban sial. Namun kejadian ini membuatku berpikir bahwa kejadian ini bisa menjadi awal kematian kebebasan beropini di Indonesia. Sebetulnya yg dilakukan oleh Ibu Prita itu sederhana saja, dia tidak puas dengan pelayanan rumah sakit Omni dan kemudian menceritakan uneq2-nya pada teman2nya (yg kebetulan adalah anggota milis).   Ndilalahe, tulisan tersebut terforward kemana-mana dan ternyata membuat pihak RS Omni tersinggung dan memperkarakan kasus tersebut sehinga Ibu Prita ditahan. Aku tidak ...

Buang-buang uang rakyat dengan ICR

Aku terkaget-kaget dan terheran-heran ketika mendengar adanya penggunaan scanner dalam proses penghitungan suara pada pemilu 2009 yg baru saja berlalu.  Aku tidak mengerti mengapa scanner dibutuhkan dalam proses ini dan mencoba bertanya sana bertanya sini terutama di milis kampung-UGM.  Akhirnya seorang teman menunjukkan website berikut yg menjelaskan tujuan penggunaan scanner pada penyelengaraan pemilu kali ini. Berikut adalah tujuan penggunaan scanner, berdasarkan website tersebut : Tujuan utama yang ingin dicapai dengan penggunaan mesin pemindai yang berbasis ICR tersebut adalah: mempercepat proses perhitungan suara memperoleh tabulasi yang akurat memperoleh salinan dokumen elektronik yang otentik dan teramankan transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat. Sekarang mari kita coba gunakan akal sehat apakah kira2 tujuan tersebut di atas memang membutuhkan ICR atau tidak dengan meninjau masing-masing tujuan tersebut. 1. apakah mempercepat proses penghi...

Rasa ingin tahu

Beberapa bulan terakhir ini, aku makin jarang menulis. Tulisan-tulisanku baik di milis ataupun blog makin mandeg dan jarang diupdate. Lama aku bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi. Yg aku tahu hanyalah bahwa aku kekurangan ide, tidak tahu lagi apa yg pas dan bisa aku tulis. Cukup lama aku mentok di situ dan kehabisan akal bagaimana caranya memunculkan ide. Ada yg bilang bahwa ide itu bisa muncul di kamar mandi dan oleh karenanya bawalah Black Berry ke kamar mandi sehingga bisa menulis ketika sedang buang air besar. Ide ini selalu lupa aku coba, karena aku sangat menikmati buang hajat di kamar mandi dan juga nggak punya BlekBiri. Belakangan ini, secara tak sengaja aku mengamati bahwa salah satu sebab aku kekurangan ide adalah karena aku juga memiliki rasa ingin tahu yg tidak terlalu besar. Aku sering memperhatikan beberapa teman yg tiba2 menanyakan sesuatu yg ternyata menarik untuk dibahas padahal tidak pernah terpikir olehku untuk mempertanyakan hal tersebut. Katakanlah seperti ...

Pajak Penghasilan

Setelah ada penjelasan soal UU PPh, ternyata masih ada yg bingung juga. Andai UU Pajak dan UU lainnya ditulis dengan format seperti di bawah, barangkali nggak akan menimbulkan kebingungan lagi ya? int execute_UU_PPh(int status_seseorang) {     int tax;     if (status_seseorang == SPLN) {       tax = hitung_pajak(penghasilan_DN);     } else {       tax = hitung_pajak(penghasilan_LN+penghasilan_DN);     }    return tax; }     int main() {   int pajak;   if (seseorang_tinggal_di_LN > 183)  {     status_seseorang = SPLN;   } else {      status_seseorang = SPDN;   }   pajak = execute_UU_PPh(status_seseorang); }   Nah, masih ada yg bingung nggak?

Hidup ala Gangster Battle

Image
Pada awalnya aku tak mengerti apa enaknya main game yg berkategori RPG (Role Playing Game) seperti Gangster Battle ini. Namun karena beberapa teman di FB tergila2 sampai termabuk2 memainkannya maka akhirnya berhubung adanya beberapa waktu luang akupun iseng-iseng mencobanya. Rupanya benar kata pepatah Jerman "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino" - yg artinya kira2 adalah  "Cinta itu datang karena terbiasa.", lama kelamaan ternyata aku mulai menikmati permainan ini. Game ini sebetulnya hanya permainan sederhana, yg mana kita pura2 menjadi Gangster yang mempunyai pilihan untuk mendapatkan kekayaan dari menjalankan misi-misi tertentu, menyerang dan membunuh gangster lain, ataupun mendapatkan kekayaan dari harta curian yang diinvestasikan. Yang menarik dari game ini adalah bagaimana kita mengatur strategi sehingga bisa memutuskan kapan saat  membeli senjata, kapan saat membeli properti dan berinvestasi, dan kapan saat menyerang gangster lain. Hal ini menjadi menarik karen...

Kenapa kertas ada di Kiri?

Image
Beberapa saat yg lalu, seorang kolega saya yg kebetulan berkebangsaan India bertanya kepada saya mengapa kertas dan pulpen saya ada di sebelah kiri laptop saya. Dia kemudian bertanya, " are you left handed? " atau dalam bahasa Jermannya," Sampeyan kidal pho? " Pertanyaan si mpok tersebut membuatku terkagum-kagum akan kemampuan observasinya. Aku kok nggak pernah sempat2nya memperhatikan di mana letak kertas seseorang dan apalagi sampai berpikir untuk menganalisa apakah orang tersebut kidal atau nggak. Kalaupun aku sempat memperhatikan meja seorang teman, barangkali yg aku perhatikan adalah apakah dia cantik atau ndak. Nggak bakalan deh terpikir untuk melihat di mana posisi kertas dan pulpen teman tersebut. Terlepas dari kebenaran tebakan mpok Indihe tersebut, aku jadi tergugah untuk bertanya-tanya lagi dalam hati," apakah iya aku meletakkan kertas di kiri laptop karena aku kidal? ". Setelah aku pikir-pikir lagi, jawaban itu tidak sepenuhnya benar. Aku melet...