Posts

Know Your Capability

Seorang mahasiswa-ku yang sedang dalam bimbingan tugas akhir menyatakan keinginannya untuk membuat sebuah proyek di bidang Data Science yang menghasilkan sebuah system yang bisa menganalisa sentiment di Twitter. Data Science adalah bidang yang sedang hangat dan seksi akhir-akhir ini, sehingga banyak orang yang tertarik untuk menguasainya, termasuk mahasiswaku ini. Sayangnya tugas akhir adalah sebuah proyek yang harus diselesaikan dalam waktu singkat. Jika seorang mahasiswa tidak mempunyai kompetensi yang cukup ketika mengambil sebuah topik, maka dia bisa terancam gagal menyelesaikan tugas akhirnya tersebut. Sebagai seorang pembimbing, yang pertama-tama aku lakukan adalah melakukan penilaian apakah mahasiswa ini memiliki kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan tugas itu. Aku memintanya membuat draft proposal dan Gantt Chart dan mencoba menilai kemampuannya dari situ. Hasilnya sangat meragukan. Dugaanku dia tak mengerti apa-apa tentang Data Science.  Berdasarkan penilaian sementara ini,...

Episode Guru

Sebuah serial TV akan menjadi menarik ketika memiliki berbagai dinamika dan cerita dalam episode-episodenya. Demikian juga dengan hidup, akan menjadi lebih indah dan berwarna dengan munculnya episode-episode baru. Sudah cukup lama aku tak menambahkan episode baru di blog ini, setelah episode terakhir yang aku namai dengan " Episode Landlord " ditayangkan 4 tahun yang lalu. Well, sebenarnya ada beberapa episode yang terjadi di antara waktu itu dan sekarang. Hanya saja saat itu aku sedang tidak mood untuk menulis sehingga tidak sempat aku tayangkan di sini. Episode Guru adalah sebuah episode ketika aku akhirnya menjadi seorang guru atau dosen di sebuah Universitas di Dubai ini.  Skenarionya cocok dengan yang pernah aku pikirkan dulu, yaitu aku menjadi dosen paruh-waktu sambil tetap bekerja sebagai seorang praktisi di dunia industri. Keinginan menjadi dosen paruh-waktu atau dosen terbang sebenarnya sudah ada sejak jaman aku masih muda dulu. Hanya saja kesempatan untuk menjadi d...

Hey Victor !

Kemarin tiba2 ada teman kantor datang ke mejaku lalu mengajakku bicara dengan begitu percaya diri, "Hey Victor, bla bla bla bla bla bla...." Aku memandangnya dengan penuh keheranan dan kemudian menjawab,"I'm sorry, I don't get what you mean" Dia lalu melanjutkan, "I saw your comment on bla bla bla bla" Lalu dia menunjukkan sebuah chat group yang isinya beberapa percakapan yang melibatkan seorang temanku yang bernama Victor dan kemudian bertanya lagi kepadaku,"So, what do you think, Victor?" Aku baru menyadari apa yang terjadi, dan kemudian menjawab,"I get it now. But I am not Victor" Temenku itu kemudian minta maaf dengan muka merah dan berlalu secepat Gundala Putra Petir. Rupanya sudah bertahun2 kerja di kantor yang sama tapi dia selama ini mengira aku bernama Victor. Aku sebenarnya agak jengkel menyadari kenyataan ini. Masak iya sama teman sekantor nggak tahu namanya? Kemana aja ente selama ini? Nggak bergaul apa bagaimana? Ba...

Cinta Sejati

Mahfud MD sudah dua kali kena PHP diberi harapan palsu, namun ternyata pada menit-menit terakhir dicampakkan karena ada yang lain yang dianggap lebih baik. Jika saat pertama kali dulu Mahmud mutung dan pindah ke kubu Prabowo, namun kali ini Mahmud tampaknya tidak mutung lagi, walau mengaku "kaget" karena sudah dandan cakep-cakep dan siap-siap mau menikah kok ternyata malah harus pulang dan menyaksikan Jokowi bersama yang lain. Cinta Sejati memang tak pernah mati. Walau mungkin tak bisa memiliki karena cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Standing Still is equal to death

Kalimat di atas itu diucapkan oleh beberapa inspirator dari Lembah Silikon yang mengajak orang-orang untuk selalu belajar, bergerak dan berkembang karena Dunia ini bertumbuh demikian cepat secara eksponensial. Menurut pepatah itu, orang yg melakukan itu-itu saja bertahun-tahun, sama saja dengan orang mati. Nah, aku saat itu sebenarnya sudah hidup enak banget. Tidak pernah pergi ke kantor, main sama anak2 saja di rumah, dan penghasilan cukup lah untuk makan seadanya. Namun pekerjaan yang aku lakukan memang tak banyak berubah. Maka aku jadi tersindir oleh inspirator itu, dituduh wong matek. Maka dengan tololnya, aku resign dari pekerjaan yang sudah bagus itu, pindah ke tempat lain yang baru. Hidup mendadak berubah, yang tadinya tak pernah ngantor, sekarang harus ngantor. Yang tadinya tak pernah bangun pagi, sekarang harus bangun pagi. Yg sebelumnya tak perlu nyetir tiap hari, sekarang nyetir ratusan kilo dengan speed 140 km/j tiap hari. Aku harus pula belajar banyak teknologi baru, yang ...

Aim to be just Average

Dalam sebuah pelatihan yang pernah aku dapatkan, Mark -mentor pada pelatihan itu- menyatakan keinginannya bahwa dia tidak mengharapkan murid-muridnya mengejar nilai tinggi. Dia menyarankan murid-muridnya untuk hanya menjadi rata-rata. He said,”I’m here to prepare you for life. I’m not preparing for for a grade. Don’t aim to be the best, but aim to be just average.” Tentu saja keinginan Mark ini membuatku bingung. Di kala banyak mentor atau guru mengharapkan murid-muridnya mendapatkan nilai yang tinggi, mengapa Mark justru menyarankan muridnya untuk menjadi just average? Mark, yang kebetulan berkebangsaan Jerman ini, kemudian menjelaskan beberapa alasan mengapa menjadi the average lebih baik daripada menjadi the best. Alasan-alasan tersebut adalah, (1) No more room to improve “If you are the best in a room, you are in a wrong room”, kata Mark. Ketika seseorang sudah berada di titik puncak, maka sudah tak banyak lagi ruangan baginya untuk belajar. Tidak ada lagi tempat baginya untuk memp...

Di Suatu Senja

Matahari masih belum hilang ditelan horizon, di kala seorang lelaki berwajah keriput duduk termangu di deretan bangku pada sebuah tempat perbelanjaan yang senja itu relatif sepi. Matanya menatap kosong ke alam fana, ingatannya melayang entah ke mana, bibirnya terkunci diam tanpa sepatahpun kata. Banyaknya peristiwa pelik yang dilewati lelaki itu telah membuatnya mengemudi ratusan kilometer di senja itu tanpa rencana dan menyebabkannya terdampar sebelum matahari tenggelam. Kebingungan melanda, hatinya resah, kegusaran menggelora, air mata menetes melihat sekelilingnya. Akhirnya, lelaki berkening kerut itu membuka tas-nya, mengeluarkan Macbook pro-nya, dan mulai menulis untuk meredamkan gejolak di dalam jiwa. Tulisan demi tuisan bergulir satu demi satu di layar perangkatnya meneriakkan jeritan jiwanya. Dalam tulisannya laki2 bertubuh atletis itu menjerit,”Siaaaal, gue datang kecepetan. Ini masih jam 6, padahal Maghrib masih 1 jam lagi. Perut udah laper banget ! Ini mana orang2 pada pamer...