Posts

Sudah pakai GPS kok

Saat aku kecil dulu, aku senang sekali bersepeda keluar masuk kampung. Aku menikmati saat melihat pemandangan baru, jalan-jalan yang tak pernah aku lewati, serta berbahagia ketika bisa menemukan sebuah jalan tembus atau jalan alternatif dari jalan yang biasa dilewati umum. Ketika usia beranjak dewasa, kebiasaan main sepeda sudah tidak dilakukan. Jarak keliling kampung sudah tak menarik lagi, aku lebih tertarik untuk melakukan perjalanan antar kota atau mblasak-mblusuk di dalam kota mencari jalan baru sehingga membutuhkan kendaraan bermotor. Kesenangan ini tidak hilang dan masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, setiap berada di tempat baru, aku biasanya menyempatkan diri untuk berkeliling entah naik bis, jalan kaki ataupun mengendara mobil. Untung saja aku sempat mengurus SIM internasional sebelum meninggalkan Kuwait beberapa bulan yang lalu, sehingga aku bisa memanfaatkan ijin mengemudi tersebut ketika ada kesempatan training pada bulan mei-juni lalu di lembah silikon. Ada yang ber...

SIM internasional di Kuwait

Image
Setelah mengobok2 blog mbak Susy berikut ini , aku akhirnya memutuskan untuk mengurus SIM internasional juga berdasarkan informasi yg ada di blog-nya mbak Susy tersebut. Walaupun informasi sudah jelas dan rinci dituliskan di sana, namun berhubung aku tidak tahu persis di mana lokasi Sultan Centre Shuwaikh, maka aku berangkat ke sana pagi ini dengan kondisi siap mental bakalan kesasar lagi seperti biasanya jika aku mencari tempat tanpa alamat yg jelas. Langkah pertama adalah melaju melalui Road 4 ke arah Sultan Center Shuwaikh. Berhubung aku tidak tahu persis di mana lokasi tempat belanja tersebut, maka aku mengira-ira saja di mana gerangan posisinya berada. Yang aku tahu hanyalah bahwa Sultan Center akan berada di sebelah kanan jika aku sudah melewati Alghanim Safat. Tidak ada halangan yg berarti menemukan Sultan Center Shuwaikh, walaupun aku kebablasan sampai ke ujung jalan, namun aku bisa juga mendaratkan mobilku di depan Sultan Center Shuwaikh dengan selamat. Sesampainya di sana, ma...

Haruskah dipertahankan?

Aku iseng-iseng melihat statistik blog ini di dashboard. Ternyata pengunjung dan pembaca blog ini sudah sangat berkurang drastis. Dulu ribuan pengunjung dalam 1 bulan, sekarang dalam 1 bulan hanya bebearpa ratus. Walah jauh amat ya berkurangnya sampai cuma satu per sepuluh dari yg pernah ada. Hal ini sebetulnya bukan hal yg mengherankan, karena blog ini memang sudah sangat jarang sekali aku update sehingga para pengunjung barangkali sudah bosan melihat page ini dan tidak melihat satupun tulisan terbaru muncul di sini. Aku sempat terpikir untuk menghapus saja blog ini, karena aku sudah lama bercita2 untuk membuat blog dalam bahasa Inggris namun selalu aku urungkan karena pemirsa ndobosan di blog-ku ini barangkali menyukainya karena bahasa yg digunakan adalah bahasa Indonesia.  Jika tiba-tiba isinya diganti dengan bahasa Linggis eh Inggris tentu akan membuat banyak penonton kecewa. Statistik yg menurun drastis ini membuatku berpikir ulang untuk mencoba melakukan rebranding terhadap blog ...

Surat cinta di pagi ini

Image
Hari ini aku terbangun dari tidur pada jam yg tidak biasa. Tidak ada mimpi buruk ataupun mimpi aneh sama sekali ketika aku tertidur tadi malam. Tidak ada jari jemari, jempol, kelopak mata, ataupun berbagai anggota tubuh lainnya yg bergetar2 atau berdenyut2 yg konon katanya memberikan firasat atau apapun. Pokoknya semua berjalan seperti biasa, tanpa ada tanda-tanda akan ada yg terjadi pagi ini. Namun hari ini berubah menjadi tidak biasa ketika aku sampai di mobilku dan menemukan catatan berikut menempel di kaca spion mobilku. Ada yg tahu apa artinya? Apakah itu surat cinta dari salah satu penggemar? atau apa ya?

PDFEdit yang leleto

Image
Entah apa yg dilakukan oleh PDFEdit sehingga memakan CPU proses hinggal 100 persen dan bikin kompieku jadi leleto begini. Padahal cuma dipakai untuk menambahkan text pada dokumen PDF yg ingin aku edit. ada yg bisa memberi masukan bagaimana caranya mengoptimalkan penggunaan CPU-nya sehingga nggak jadi leleto begini?

Bulan Madu

Berikut adalah pembicaraanku kemarin dengan seorang client aku : Where is Mr X? teman : He is going for honeymoon. aku : He's been married for a long time, right? Is this a second honeymoon? teman : Kuwaitis have a lot of honeymoons aku : Ah, I didn't know that Kuwaitis have a lot of honeymoons. Are they going for honeymoon every year? Temanku nyengir kuda..... dan lalu dia berkata, "actually, Kuwaitis have a lot of wifes"

Dialog yang sering berulang

"Are you philiphino?", begitu pertanyaan pembuka yg dilontarkan oleh sang supir taksi. "No, I'm Indonesian.",  timpalku atas pertanyaannya "Indonesian? I see no Indonesian man here. But lady? too much.", sambung sang supir Taksi. "Where are you working?", lanjut sang supir Taksi "Somewhere in the city.", jawabku "Salary, how much?", tanya supir taksi lagi ----- Percakapan di atas bukan sekali dua kali aku alami sejak tinggal di Kuwait ini. Entah sudah beberapa puluh kali aku mengalaminya. Wajah Indonesia yg mirip sekali Filipino ini membuatku sering dikira orang Filipina yang relatif lebih banyak dibanding orang Indonesia di sini. Namun tidak berarti mereka tak mengetahui keberadaan orang Indonesia di sini. Orang Indonesia sering juga mereka jumpai di sini, namun rata2 para TKW, sehingga mereka mengira orang Indonesia itu perempuan semua. Selanjutnya, entah mengapa, orang-orang di sini senang sekali menggunakan "t oo ...