Posts

Dialog yang sering berulang

"Are you philiphino?", begitu pertanyaan pembuka yg dilontarkan oleh sang supir taksi. "No, I'm Indonesian.",  timpalku atas pertanyaannya "Indonesian? I see no Indonesian man here. But lady? too much.", sambung sang supir Taksi. "Where are you working?", lanjut sang supir Taksi "Somewhere in the city.", jawabku "Salary, how much?", tanya supir taksi lagi ----- Percakapan di atas bukan sekali dua kali aku alami sejak tinggal di Kuwait ini. Entah sudah beberapa puluh kali aku mengalaminya. Wajah Indonesia yg mirip sekali Filipino ini membuatku sering dikira orang Filipina yang relatif lebih banyak dibanding orang Indonesia di sini. Namun tidak berarti mereka tak mengetahui keberadaan orang Indonesia di sini. Orang Indonesia sering juga mereka jumpai di sini, namun rata2 para TKW, sehingga mereka mengira orang Indonesia itu perempuan semua. Selanjutnya, entah mengapa, orang-orang di sini senang sekali menggunakan "t oo ...

Memasak

Sejak ada facebook, aku makin jarang menulis dan mengisi blog lagi. Bukan hanya  Multiply , namun  wordpress juga hampir tak pernah lagi aku update. Sebetulnya bukan  facebook -nya yang menyita waktuku sehingga aku malas menulis. Facebook hanya mengenalkan aku pada game RPG, yg pada waktu itu adalah gangster battle. Namun rupaya setelah bosan dengan game tersebut, aku jadi tertarik untuk mencoba game satu ke game lainnya sehingga waktuku banyak tersita untuk main  game sejenis itu. Sebelumnya aku tidak pernah menyukai game-game seperti itu. Mungkin benar kata pepatah kuno dulu, tak kenal maka tak sayang. Gara2 iseng mencoba, maka aku jadi ketagihan. Saat ini kecanduan main game sudah mulai hilang. Tentu saja aku masih main game, hanya saja tidak begitu fokus seperti dulu. Sebagian game sudah aku kuasai sehingga aku hanya cukup melihatnya beberapa kali saja dalam sehari dan tidak banyak menyita waktu. Nah, lalu apa yg sekarang sedang aku coba? Yap, anda benar, aku saat ini sedang bela...

Meraih ratusan juta tanpa harus sekolah

Setelah beberapa lama tidak menulis tentang peluang bisnis milyaran , maka kali ini tampaknya ada lagi peluang bisnis jutaan pada masa krisis seperti sekarang ini. Berbeda dengan peluang sebelumnya, bisnis kali ini memang dibutuhkan sedikit keahlian. Namun untuk mendapatkan keahlian ini tidak harus sekolah bertahun2 untuk meraih gelar sarjana ataupun mendapatkan sertifikasi tertentu. Berikut adalah berita detail-nya: LONDON, KOMPAS.com â€" Untuk urusan merapikan rambut, Sultan Brunei Hasanal Bolkiah dengan gampang merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah. Seperti dilansir The Sun, Sultan yang masuk jajaran orang terkaya di dunia itu mengundang tukang cukur favoritnya, Ken Modestu, yang membuka kios di Dorchester Hotel di Mayfair, pusat kota London. Tentu bagi orang sekaya Bolkiah jarak sama sekali bukan masalah. Menurut orang dekat Modestu, George Kadi, tukang cukur itu memang menjadi favorit raja berusia 62 tahun itu. “Ken sudah menangani rambut Sultan Bolkiah selama 16 tahun ...

Anjlok

Image
Rupanya koneksi dari sini ke kampung-ugm.org sedang tidak begitu bagus sehingga wordpress tidak bisa menarik RSS dari agregator tersebut.  Bagian itu tidak terlalu menarik untuk ditulis di blog ini. Yg agak menggelitik adalah pesan kesalahan yg disampaikan oleh wordpress, yaitu seperti screen capture berikut: Entah disengaja atau tidak oleh penterjemah, namun pesan tersebut agak ganjil terbaca bagiku. Anjlok? apakah kata tersebut sudah diserap menjadi bahasa Indonesia? :D

CCNA Lokal vs CCNA Internasional

Hari ini aku berbincang-bincang dengan seseorang via YM. Pada kesempatan tersebut aku diberitahu bahwa bahwa ada yg namanya CCNA lokal dan ada yg namanya CCNA internasional. Bagi yg belum tahu apa bedanya - seperti aku yg juga baru tahu dari rekan tersebut - silahkan disimak rekaman berikut: xxxx_x: Lg di australia y ini masnya? bank_al: nggak kok xxxx_x: Di indo y? bank_al: iya xxxx_x: Ambil ccna dimana ms dulu ? xxxx_x: Udh internasionl atau ccna lokal? bank_al: saya ambil CCNA di jakarta kok bank_al: memang ada CCNA internasional dan CCNA lokal ya? xxxx_x: Iya bank_al: oh gitu. Bedanya apa? xxxx_x: Klo yg internsnl itu lgsg instrktr dr USA bank_al: instruktur? xxxx_x: Cisco systm bank_al: memang CCNA butuh instruktur? xxxx_x: Yg internsnl bank_al: oh gitu ya. bank_al: terus instrukturnya itu tugasnya ngapain? xxxx_x: Ya sama kyk dosen. bank_al: hmm gitu ya Demikianlah kiranya, semoga bemangpaat. update 21-Jan-2010: Sebetulnya tidak ada yg namanya CCNA lokal atau internasional. CCNA ...

Matinya kebebasan beropini?

Aku agak terkejut mendengar berita adanya seseorang ibu RT yg masuk penjara karena terjerat UU ITE sehubungan dengan keluhan yg pernah dia tuliskan di sebuah milis. Bagaimana ceritanya sehingga Ibu Prita ini bisa terjerat pasal tersebut tentu bisa dibaca di berbagai ulasan yg ditulis teman-teman blogger, seperti  blognya Daus , Yuhendra , ataupun blog-nya Ndoro Kakung. Aku bukanlah pakar hukum seperti para teman-teman tersebut di atas sehingga tak bisa mengulas panjang lebar mengapa Ibu Prita bisa ketiban sial. Namun kejadian ini membuatku berpikir bahwa kejadian ini bisa menjadi awal kematian kebebasan beropini di Indonesia. Sebetulnya yg dilakukan oleh Ibu Prita itu sederhana saja, dia tidak puas dengan pelayanan rumah sakit Omni dan kemudian menceritakan uneq2-nya pada teman2nya (yg kebetulan adalah anggota milis).   Ndilalahe, tulisan tersebut terforward kemana-mana dan ternyata membuat pihak RS Omni tersinggung dan memperkarakan kasus tersebut sehinga Ibu Prita ditahan. Aku tidak ...

Buang-buang uang rakyat dengan ICR

Aku terkaget-kaget dan terheran-heran ketika mendengar adanya penggunaan scanner dalam proses penghitungan suara pada pemilu 2009 yg baru saja berlalu.  Aku tidak mengerti mengapa scanner dibutuhkan dalam proses ini dan mencoba bertanya sana bertanya sini terutama di milis kampung-UGM.  Akhirnya seorang teman menunjukkan website berikut yg menjelaskan tujuan penggunaan scanner pada penyelengaraan pemilu kali ini. Berikut adalah tujuan penggunaan scanner, berdasarkan website tersebut : Tujuan utama yang ingin dicapai dengan penggunaan mesin pemindai yang berbasis ICR tersebut adalah: mempercepat proses perhitungan suara memperoleh tabulasi yang akurat memperoleh salinan dokumen elektronik yang otentik dan teramankan transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat. Sekarang mari kita coba gunakan akal sehat apakah kira2 tujuan tersebut di atas memang membutuhkan ICR atau tidak dengan meninjau masing-masing tujuan tersebut. 1. apakah mempercepat proses penghi...